Jember Bikin Gagal Moveon, di Pantai Watu Ulo Nonton Pegon

Ketika azan Subuh berkumandang, saya dan beberapa teman bloger bergegas berwudhu lalu shalat dua rakaat. Kereta yang akan membawa kami ke Jember sebentar lagi tiba. Agak waswas memang karena waktunya cukup mepet. Sebagian teman memutuskan akan shalat di dalam kereta demi kenyamanan dan ketenangan. Ketika akhirnya sampai di stasiun kota, hati kami membuncah. Menghirup udara kabupaten berjuluk Kota Seribu Gumuk, kesejukan segera mengalir--terutama berkat keramahan bloger tuan rumah yang menyambut kami dan menjamu sarapan pagi.

Agenda utama kami datang ke Jember salah satunya adalah menyaksikan pegon-pegon dalam perhelatan Waton pada Juni 2019. Lima tahun berselang tapi sampai sekarang masih indah terkenang. Bagi yang penasaran, waton adalah akronim dari Watu Ulo Pegon. Dalam pesta rakyat ini masyarakat setempat berpartisipasi dalam parade pegon yang diadakan setiap tahun. Pegon bukanlah gaya menulis Arab Jawa di pesantren-pesantren tradisional, melainkan pedati yang ditarik dua ekor sapi dan dihias warna-warni. Puluhan pegon yang meramaikan Waton di Pantai Watu Ulo ini akan dinilai dalam sebuah perlombaan.


Pegon berlaga dalam Waton, Jember 2019 | dok. belalangcerewet


Hidupkan tradisi masa lalu

Pegon dahulu digunakan oleh penduduk setempat untuk mengangkut barang, khususnya hasil bumi atau pertanian. Demi menghidupkan tradisi tersebut, maka Dinas Pariwisata Jember lantas merancang event akbar yang memungkinkan warga berpartisipasi dengan menaiki pegon beramai-ramai--masih dengan hasil bumi sebagai simbol masa lalu. Pegon menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer dari Sumberejo hingga sampai di Pantai Watu Ulo yang menjadi lokasi pesta budaya tersebut.

Menurut Anas Ma’ruf, yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata setempat, dulu masyarakat Jember kerap menghabiskan waktu di Pantai Watu Ulo beberapa hari selepas Hari Raya Lebaran (Idulfitri). Pagi hari mereka akan bertolak dari rumah bersama anggota keluarga, menuju pantai dengan menumpang pegon sembari membawa bekal dan jajanan khas seperti lepet dan ketupat.

Waton kini diadakan setiap tahun sebagai daya tarik wisata karena mencerminkan semangat dan substansi budaya yang kental. Melalui parade ini, semua orang bisa menikmati kegembiraan dalam pesta dan perlombaan dengan semangat kekeluargaan. Sambil bersilaturahmi, penduduk lokal bukan cuma mempromosikan budaya setempat tetapi juga meraup manfaat ekonomi dari penjualan produk UMKM dan semacamnya.

Atraksi budaya menyedot animo massa

Acara dibuka dengan pertunjukan Reog Ponorogo dari komunitas Singo Brojo yang segera membuat pengunjung merapat ke lokasi utama di depan panggung. Pukul 09.00 warga terus memadati areal pantai yang dipisahkan deretan pandan berduri. Para jurnalis dan bloger pun berbondong-bondong mengabadikan keindahan tarian tradisional tersebut. 

Kerumunan semakin meriah saat Bujang Ganong muncul dengan tarian lincah bercirikan pencak silat. Bujang Ganong alias Ganongan konon adalah seorang patih yang cekatan, pandai, dan jenaka tetapi punya kesaktian linuwih.


Bujang Ganong tampil energik dan memukau | belalangcerewet.com

Jathilan atau jaran kepang pun membuat penonton bersorak kegirangan, menyempurnakan pertunjukan reog pagi itu. Selain reog dan egrang, pesta rakyat ini juga diramaikan rombongan anak-anak dari Barisan Seni Tari Muda Ambulu yang menampilkan tari modern dengan rancak nan gesit sehingga para penonton dan bupati pun terpesona.

Begitu besar animo massa, pembawa acara sampai mengingatkan berkali-kali agar mereka menjauhi panggung demi ketertiban. Agak jauh dari panggung utama, terdapat permainan tradisional egrang yang memang menarik. Banyak orang yang tertarik mencobanya, sebagaimana anak-anak setempat yang dengan mudah menaiki egrang berbahan bambu tersebut. Berjalan effortlessly membuat saya ingin mencoba walau beraujung gagal, sisa-sia haha. Jelas butuh latihan untuk mencapai kesempurnaan keseimbangan.

Nasi kuning dan FBI

Bukan pesta namanya kalau tak ada makanan yang dihidangkan. Dalam event Waton 2019 di Jember kami mendapat sajian kuliner lokal Jember, salah satunya nasi kuning yang sangat lezat. Selain parade pegon, potensi ekonomi dari penjualan produk lokal juga diperkuat dengan adanya beberapa pelaku UMKM yang membuka lapak untuk mempromosikan kekayaan lokal salah satunya kopi. Ada Robusta, Liberika, dan Arabika--tinggal pilih yang disuka.

Daya tarik lain yang sangat dinantikan para pengunjung selama Waton di Jember adalah FBI. Bukan FBI ala agen Amerika itu ya gengs, melainkan singkatan dari Festival Bakar Ikan di mana ratusan kontestan mengikuti sesi pembakaran ikan secara massal tak jauh dari panggung utama. 

Festival Bakar Ikan (FBI), gairahkan ekonomi dan potensi lokal | belalangcerewet.com

Panitia telah menyediakan alat pemanggang di lokasi lomba dan bahkan melengkapi dengan apron alias celemek khusus bertulisan Festival Bakar Ikan. Peserta tampak sangat semringah dan penuh semangat. Satu alat pemanggang dapat digunakan oleh enam peserta sekaligus. Jadi bisa dibayangkan betapa berkelindan harumya kepulan asap yang menggugah selera. 

Ikan yang akan dibakar dibeli panitia dari nelayan setempat lalu dibagikan secara gratis kepada peserta untuk dimasak selezat-lezatnya. Jember memang kota bahari yang kaya sehingga punya ikan-ikan yang endeus saat disantap. Uniknya, ikan hasil pemanggangan peserta lomba tidak hanya dinilai untuk dicari pemenang–tetapi juga dibagikan kepada para pengunjung yang setia menanti sejak pagi.

Sebagai event lokal yang menunjang tradisi dan perekonomian setempat, Waton atau Watu Ulo Pegon di Jember tak ayal wajib dikunjungi setiap wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jika tiap daerah punya gairah untuk mempromosikan potensi lokal, maka geliat ekonomi bisa ditingkatkan.

Saya misalnya melihat belasan mahasiswa asing, sebagian dari Tiongkok dan dari Turki, yang tampak bahagia dan berbaur di tengah kerumunan sambil menyantap lezatnya nasi kuning. Apalagi sesi gerebek tumpeng bikin suasana heboh karena lepet dan ketupat dilemparkan ke arah penonton. Semua berebut sebab meyakini benda itu mengandung berkah.

Gerebek tumpeng dan sihir Papuma

Gugusan ketupat membentuk tumpeng yang akan dibagikan secara random | belalangcerewet.com

Selain makan bersama, mengudap pangan lokal dan menikmati budaya setempat, dalam rangkaian pergelaran Waton ini diadakan pula proses seleksi Gus & Ning untuk Kab Jember. Gus & Ning adalah sepasang remaja putra dan putri yang ditugaskan untuk membantu promosi pariwisata lokal melalui berbagai kegiatan berbasis kekayaan lokal.

Namun, saat parade Waton berakhir, jangan langsung pulang. Arahkan kendaraan menuju Pantai Papuma alias Pantai Pasir Putih Malikan yang sungguh memesona. Sihirnya bikin kita enggak sanggup berkata-kata, apalagi saat meliput pemandangan dari kejauhan dari Siti Hinggil. Keindahan alam berupa ombak dan pesona kabut di sekitar, wow, sangat cakep! 

Kalau kebetulan berkunjung ke Papuma, carilah resor atau penginapan terdekat lalu nikmati momen pagi yang damai sebelum matahari terbit saat para nelayan merapat dari laut dengan membawa berbagai ikan tangkapan. Tunggulah sampai matahari terbit, resapi momen singkat yang bersahaja untuk menghikmati alam ciptaan Tuhan. Slow living, iya banget!

Naik pesawat lebih hemat

Jadi sekarang tahu kan, teman-teman, bahwa Jember bukan cuma punya JFC (Jember Fashion Carnival) yang sudah duluan populer di seluruh dunia karena gaun-gaun berwarna-warni nan menarik? Waton bisa menjadi fenomena baru untuk dinikmati bersama teman dan keluarga tercinta. 

Waton menawarkan suasana budaya dan sosial yang jauh lebih intense ketimbang parade busana yang mungkin sudah pernah teman-teman saksikan. Suasana syahdu di tepi pantai akan meninggalkan kesan mendalam saat kita sudah pulang. Jadi, saatnya mengemasi barang dan terbang ke Jember dari kota masing-masing.

Naik pesawat bisa jadi transportasi favorit karena lebih cepat dan hemat. Cepat karena pesawat punya lintasan sendiri sehingga kita tak perlu kelelahan di jalan menuju kota yang kita tuju. Dengan begitu, waktu yang ada kita bisa manfaatkan untuk hal-hal lebih produktif sebelum meluncur ke destinasi wisata.

Naik pesawat juga lebih hemat asalkan kita pesan tiketnya lewat #BRImo SuperappInovasi dari bank kesayangan rakyat Indonesia ini layak kita andalkan karena mendukung kepraktisan sehingga kita bisa leluasa beraktivitas.

Aplikasi BRImo manjakan pelanggan BRI, serbauntung | freepik/benzoix

Ada diskon besar dengan memesan tiket lewat aplikasi BRImo bahkan sampai 50%, dengan memilih destinasi yang tepat dan menghimpun petualangan tanpa khawatir tentang biaya. Cashback yang kita terima memang bisa mencapai 50% tanpa minimum transaksi loh, maksimal sebesar Rp250.000.

Bertransaksi menggunakan BRImo sungguh solutif karena #BRImoMudahSerbaBisa untuk bayar apa pun, termasuk top up voucher  game dan tiket liburan--mulai bus, kereta, pesawat, dan Whoosh Jakarta-Bandung. Serbabisa dan menguntungkan sebab cashback dilakukan ke rekening sumber transaksi paling lambat H+3 setelah kita transaksi dinyatakan sukses dan valid. Tapi ingat, satu orang pengguna BRImo maksimal hanya dapat menikmati 2x cashback ya selama periode program.

Cara Memesan Tiket Pesawat Pakai BRImo

Lalu bagaimana cara memesan tiket pesawat melalui aplikasi BRImo andalan kita? Simak baik-baik ya, bosque.

  1. Login ke akun BRImo lalu pilih fitur Lifestyle.
  2. Tekan pilihan Travel lalu pilih Pesawat.
  3. Tentukan rute, tanggal, dan jumlah penumpang serta kelas penerbangan.
  4. Isikan penerbangan yang dikehendaki.
  5. Lengkapi Data Pemesan dan Penumpang secara akurat.
  6. Lakukan konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN yang tepat.
  7. Tada! Pemesanan tiket pesawat pun sukses dan e-ticket akan segera meluncur ke email yang kita daftarkan saat pengisian data.

Jadi jangan ragu lagi, yuk yuk pesan tiket pesawat lewat aplikasi BRImo untuk mendapat berbagai keuntungan dan promo menarik. Tak perlu ribet mengunjungi agen atau membandingkan harga. Cukup duduk manis, bahkan rebahan di rumah, tiket pesawat bisa dipesan lewat gawai di genggaman tangan.

Mau Vespa Primavera atau Hyundai Creta Alpha?

Jadi nasabah BRI memang menguntungkan dan  keputusan solutif dengan berbagai alasan. Pertama, sebagai salah satu bank tertua BRI punya cabng di mana-mana. Tahun ini BRImo FSTVL 2024 digelar untuk nasabah Tabungan BRI pengguna Super Apps BRImo sejak 1 Oktober 2024 dan berakhir 31 Maret 2025. 

Dengan periode yang cukup panjang, tentunya sayang kalau promosi ini tidak kita maanfaatkan dengan taktis. Selama masa promosi, akan ada #BerlimpahHadiah dan berbagai keuntungan yang bisa nabasah petik. Lewat BRImo FSTVL, para nasabah setia akan dimanjakan dengan Program Undian Berhadiah, yaitu setiap rata-rata saldo dan nominal BRI Poin yang dimiliki nasabah selama periode berlangsung, maka pemilik Tabungan BRI akan otomatis mendapat undian.



Yang tak kalah menggiurkan, ditawarkan program Direct Gift alias Redeem BRIPoin bagi seluruh nasabah Tabungan BRI (entah itu BritAma ataupun Simpedes), pengguna e-banking (BRImo, Qlola Internet Banking, dan ATM), Kartu Debit, dan Kartu Kredit BRI yang semuanya berhak memeproleh reward berbentuk BRIPoin atas setiap transaksi yang mereka bukukan.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi seluruh nasabah yang telah meningkatkan saldo dan memperbanyak transaksi menggunakan BRImo app, Kartu Debit, dan Kartu Kredit BRI, maka BRI telah telah menyiapkan 100.000 hadiah langsung dalam rangkaian BRImo FSTVL kali ini. 

Yakin nih enggak ngiler buat bawa pulang grand prize berupa BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan Vespa Primavera yang kece badai??! Nikmati juga dong rangkaian hadiah weekly pada Friday Deals cukup dengan menggemukkan saldo Tabungan BRI lagi dan lagi.

Sudah akhir tahun, aroma liburan sudah tercium. Yang mau ke luar kota, segera deh booking hotel dan pesan tiket pesawat di aplikasi BRImo. Kalau saya sih pengin balik ke Jember, buat mencicipi harum kopi Liberika dan menatap manja desir ombak toska Papuma

Jelas-jelas saya belum bisa moveon gara-gara parade pegon dalam festival Waton. Yuk segera susun itinerary dan gunakan BRImo untuk berbagai kebutuhan penting selama berada di kota wisata. Transaksi banyak dan saldo menggunung, siapa tahu beruntung memboyong mobil mewah dari #BRImoFSTVL persembahan BRI. Let's fly away, shall we?

Post a Comment

0 Comments